Sejarah
terasi hadir saat pemerintahan Sultan Cirebon I Pangeran Walangsungsang atau Pangeran Cakrabuana.
Pangeran Cakrabuana atau Mbah Kuwu Cirebon sering meluangkan waktu mencari udang atau rebon. Hasil tangkapan udang itu kemudian diolah menjadi terasi oleh Pangeran Cakrabuana.
Nama kota Cirebon bahkan berasal dari kata ci (air) dan rebon (udang rebon). Udang rebon merupakan bahan penting dalam pembuatan terasi.
Sejarah terasi memang tidak bisa dipisahkan dari perkembangan sejarah kota Cirebon.
Diyakini terasi berperan cukup besar dalam perkembangan daerah Cirebon, khususnya dari segi ekonomi sejak ditemukan sekitar abad ke-14.
Kandungan Gizi
Berdasarkan data Kemenkes RI (TKPI), setiap 100 gram "Terasi" mengandung 7
8,5 mg besi
3.812 mg kalsium
0,99 mg tembaga
0,24 mg tiamina,
3,3 mg niasin
2,7 gram serat,
2,4 mg seng
821,4 mg kalium
726 mg fosfor
Fungsi
Terasi dalam masakan akan menambah aroma dan rasa, akan jadi lebih kompleks dan kuat rasanya.
Terasi juga bisa meningkatkan rasa gurih dan juga umami pada masakan.
Kamu bisa juga mengurangi penggunaan garam, karena terasi sendiri sudah mengandung garam dan rasa asin.
Terasi terbuat dari udang rebon dan/atau ikan yang dikeringkan dan melalui proses fermentasi.
Karakteristik
Terasi umumnya berbentuk pasta dan memiliki warna hitam kecoklatan atau kemerahan.
Warna hitam pada terasi biasanya berasal dari pigmen ikan. Sementara terasi yang berwarna coklat kemerahan berasal dari pigmen udang.
source by:
https://www.google.com/amp/s/amp.kompas.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar