Annyeong, kali ini saya akan membahas tentang salah satu bahan makanan yaitu ginger atau jahe.
Jahe merupakan tanaman yang termasuk rempah-rempah dengan nama latin Zingiber Officinale. Jahe sangat bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari, terutama di bidang kesehatan.
Jahe merupakan salah satu rempah Indonesia yang biasa digunakan untuk memasak. Sebelum diolah, jahe umumnya dicincang, dihaluskan, atau bahkan dimemarkan terlebih dulu. Ada dua jenis jahe yang populer, yakni jahe putih dan jahe merah. Jahe merah rasanya lebih pedas dan aromanya sedikit lebih kuat.
Sejarah
Jahe diperkirakan merupakan tumbuhan pribumi Asia Tenggara. Penyebarannya diperkirakan mengikuti migrasi yang dilakukan oleh Suku Bangsa Austronesia pada abad ke-4 SM menyeberangi Kepulauan Melayu dari Cina Tenggara sampai ke Taiwan. Jahe pun menjadi tumbuhan khas wilayah tersebut bersamaan dengan lenguas, temu putih dan lempuyang.
Tumbuhan jahe dikategorikan sebagai tumbuhan kultigen dan tidak tersedia lagi dalam bentuk liar di alam. Hal ini disebabkan karena jahe telah kehilangan kemampuannya tumbuh melalui biji seperti kebanyakan jenis rempah-rempah lainnya dan hanya bisa berkembang biak melalui reproduksi vegetatif menggunakan akarnya yang merupakan akibat dari seleksi buatan yang dilakukan manusia. Tumbuhan ini telah lama didomestikasi di India dan Tiongkok.
Suku Bangsa Austronesia menggunakan jahe sebagai bahan-bahan masakan dan juga sebagai penghangat tubuh dalam ritual kelahiran yang disebut dengan nama "benkidu". Ritual ini merupakan ritual penghangatan ibu dan bayi baru saja dilahirkan di dalam sebuah ruangan disebut dengan nama "bilik" dengan paparan api dan pemberian jahe sebagai penghangat selama sebulan atau 41 hari. Bagi penutur bahasa proto oseanik, jahe digunakan di dalam ritual sihir.
Jahe disebarkan oleh Suku Bangsa Austronesia dengan membawanya dalam pelayaran dan menanamnya di setiap taman di pulau-pulau yang mereka kunjungi selama berlayar. Kebiasaan inilah yang menyebabkan jahe tersebar hingga ke Filipina dan Kepulauan Maluku, lalu ke seluruh Indonesia seperti Sumatra, Jawa, Pulau Papua sampai ke Selat Malaka. Penyebarannya terus berlanjut hingga mencapai Eritrea dan Jazirah Arab sebagai pemasok jahe ke wilayah Rumania dan Yunani untuk digunakan oleh para apoteker dan tabib sebagai bahan antidot seperti mithridatcium yang secara rutin diminum oleh Mithridates VI dari Pontos.
Jahe mulai dikenalkan ke wilayah Laut Tengah pada Abad ke-1 Era Umum yang dibawa oleh pedagan dan terkenal di Inggris pada Abad ke 11. Selanjutnya, bangsa spanyol membawanya ke Hindia Barat dan Meksiko.
Kandungan Gizi
Khasiat jahe tak lepas dari kandungan nutrisi di dalamnya yang baik untuk kesehatan. Dalam satu sendok makan jahe segar, terdapat kandungan nutrisi sebagai berikut:
- Kalori: 4,8
- Karbohidrat: 1,07 gram
- Serat: 0,12 gram
- Protein: 0,11 gram
- Lemak: 0,05 gram
- Gula: 0,1 gram
Jahe juga mengandung vitamin dan mineral seperti zat besi, kalium, vitamin B3, vitamin B6, vitamin C, magnesium, fosfor, zinc, folat, hingga vitamin B2.Nilai dan kandungan jahe ini tentu bisa berubah, tergantung dari cara Anda mengolah dan penambahan bahan-bahan lain yang dicampurkan selama pengolahan.
FungsiJahe dapat digunakan untuk menyedapkan masakan dan menghilangkan bau amis pada olahan ikan, ayam, maupun daging. Terkadang jahe juga dijadikan bahan untuk membuat minuman hangat, seperti wedang jahe atau susu jahe. Ada beberapa manfaat jika kita mengonsumsi jahe, yaitu 1. Menjadi Bahan Penyedap RasaJahe dipercaya untuk menjadi bahan penyedap rasa di setiap masakan sehari-hari yang dikonsumsi. Tidak dipungkiri lagi bahwa sejak zaman dahulu jahe telah digunakan sebagai campuran bahan masakan alami pada setiap masakan Indonesia.
2. Diolah Menjadi Kreasi CemilanManfaat jahe yang selanjutnya adalah sifatnya yang mudah dijadikan bahan kreasi camilan sehari-hari. Hingga saat ini jahe sangat sering digunakan sebagai bahan dasar pembuatan camilan yang tentunya menggugah selera makan. Contoh olahan sederhana yang menggunakan bahan dasar jahe dalam pembuatannya seperti roti jahe, permen jahe, asinan jahe, manisan jahe, dan masih banyak olahan yang dapat dibuat dengan bahan dasar jahe. Dengan bahan alami yang kaya khasiat tersebut, pastinya camilan yang dibuat juga lebih sehat dibandingkan dengan olahan camilan yang banyak mengandung MSG atau monosodium glutamat.3. Sebagai Pengganti Gula Pada MasakanManfaat jahe sebagai bahan masakan alami dan menyehatkan yang berikutnya adalah jahe dapat digunakan sebagai bahan masakan alami untuk masakan sehari-hari dirumah. jahe dapat mengganti fungsi gula pada masakan. Rasanya yang kuat dan sedikit manis dapat mengurangi penggunaan gula di setiap masakan sehari-hari. Selain itu dengan mengurangi konsumsi gula harian, Anda akan membantu mengurangi kadar gula darah dan membantu mengatur respons insulin pada penderita diabetes. Pada dasarnya, jahe dalam makanan tidak akan menyembuhkan diabetes tipe 2. Namun mengonsumsi jahe menjadi salah satu cara yang mudah dan menyenangkan untuk menjaga kadar gula darah dan insulin.4. Bahan Minuman yang MenyehatkanManfaat jahe tentunya bukan hanya dapat berguna untuk bahan masakan sehari-hari di rumah. Berbagai olahan minuman seperti wedang jahe, susu jahe, atau olahan minuman lain merupakan minuman yang sangat khas akan rasa jahe yang kuat. Selain mudah untuk dijadikan sebagai bahan minuman, kebanyakan orang berpendapat bahwa jahe juga dapat memberikan efek hangat yang sangat berguna apabila diseduh saat musim hujan. Selain itu, apabila rutin mengonsumsi olahan minuman jahe atau air rebusan jahe juga dapat dipercaya bermanfaat untuk melancarkan sistem pencernaan dalam tubuh. Air rebusan jahe dengan ditambah sedikit lemon atau madu dipercaya ampuh untuk mengobati gangguan pencernaan dan berguna untuk menetralisir asam lambung.5. Mengatasi Flu dan Sakit Kepala RinganManfaat jahe sebagai bahan masakan alami dan menyehatkan berikutnya adalah jahe juga dapat dipercaya sebagai bahan masakan yang cepat dalam mengatasi flu dan sakit kepala ringan. Minum air rebusan jahe yang dapat dicampur dengan lemon atau sedikit madu dan diminum saat hangat, dijamin flu dan sakit kepala akan sedikit terobati dan perasaan mual saat terkena flu juga dapat reda.
Karakteristik Jahe terdiri dari 3 jenis, yaitu1. Jahe Putih
Jahe ini juga disebut dengan nama jahe kuning besar, jahe gajah, jahe badak, atau jahe kombongan. Jahe putih memiliki rimpang yang besar dan gemuk, potongan melintang berwarna putih kekuningan, berserat sedikit, dan lembut. Jahe gajah biasanya dikonsumsi saat masih muda atau setelah aroma kurangnya tajam dan rasanya kurang pedas. Jahe ini banyak dikonsumsi selagi segar atau diolah untuk bumbu masak.2. Jahe Putih Kecil
Nama lain dari jahe jenis ini adalah jahe sunti atau jahe emprit. Jahe ini memiliki potongan melintang berwarna putih kekuningan, berbentuk agak pipih, berserat lembut, dengan aroma yang agak tajam. Umumnya, jahe putih kecil dipanen dalam keadaan tua. Jenis jahe ini memiliki rasa lebih pedas dibandingkan jahe gajah. Alasannya, karena jahe putih kecil memiliki kandungan minyak atsiri yang lebih banyak daripada jahe gajah.
3. Jahe MerahDisebut jahe merah karena warna rimpangnya berwarna jingga muda hingga berwarna merah. Jahe ini memiliki serat yang kasar, aromanya sangat tajam, dan rasanya sangat pedas. Jahe merah biasanya dipanen tua dan digunakan sebagai komponen obat-obatan dan jamu. Sering kali jahe merah diambil oleoresin dan minyak atsirinya sebagai bahan pengobatan.
Nah, itu dia beberapa penjelasan tentang jahe, semoga bermanfaat ya teman-teman. Makasihh💓
Source by:https://id.wikipedia.org/wiki/Jahe
https://www.sehatq.com/artikel/manfaat-jahe-yang-menghangatkan-untuk-kesehatan
https://www.merdeka.com/jatim/inilah-7-manfaat-jahe-sebagai-bahan-masakan-alami-dan-menyehatkan-kln.html
https://travel.kompas.com/read/2020/03/25/150100527/3-jenis-jahe-dan-karakteristik-masing-masing-pedasnya-beda?page=all
Ningsih Kartika Tolampiinstagram : @ningsihkartika__




Tidak ada komentar:
Posting Komentar